Wajah wajah tertutup Kelambu
Terik datang, ucapkan sayang
tak ada yang mengucap dari rona wajah-wajah pucat tak bergincu
kuku yang ltah menghitam, terkena jutaan butir darah dan Nanah
mengental..
.. dan
...busuk
Bau bangkai menyengat..
tersiar kabar yang menari diantara lembah
Lembah para durjana
sang pemetik bunga...
bunga para bangsa yang penuh dengan tangisan
jeritan serta ucap sayang dan harapan
Wajah-wajah tertutup kelambu
datang dan menghilang bagai angin pada bayangan
dalam terik dan kelam
Wahai wajah-wajah tertutup kelambu
Tidakkah kau pernah merasa bersedih??
ketika engkau bersendawa dalam tidurmu..
wahai wajah-wajah tertutup kelambu
Akankah engkau selalu menutupi muka2 tak bermakna??
muka yang berwajah dua..
Kelambu yang tersisa..
hanya engkaulah yang dapat membatu
mempertontonkan wajah mereka padaku.
aku percaya padamu..
Arsa
Bantaran Kali Ciliwung..
Rabu, 10 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapuskamu betul, pa. aku memang tidak mengerti puisi ini, soalnya waktu kuliah, ga pernah belajar puisi seperti ini.....
BalasHapus