Selasa, 28 Juli 2009

Cerita Dua Dunia


Ketika ku berjalan mengitari dunia
Dunia manakah yang kupijak selama ini??
Ketika kutersenyum mengagumi Dunia
Dunia manakah yang selalu kupuji??

Ku tak percaya..
ternyata ada dua dunia...
Miskin dan kaya
Tua dan Muda
Borjuis dan Proletariat
Kapitalis dan Sosialis
Pengemis dan Pemberi
Gelap dan Terang
Hitam dan Putih
dan...ribuan pasang kata yang selalu berlawanan

lalu..condong kemanakah diri kita??

si miskin berkata kepadaku...kau adalah golongan kaya..
si kaya berkata berkata kepadaku..kau adalah golongan miskin

lalu...dimanakah tepatnya posisiku??

Ternyata, posisi dunia diperuntukkan bagi orang2 yang berfikir secara dunia..
ya..duniawi..yang lebih condong kepada status sosial belaka..

Hanya Allah yang mampu memberikan derajat yang sama
bagi orang2 yang beriman..
orang2 yang khusyu' yang serius dalam menjalankan perintahNya..
tidak membedakan status sosial...miskin dan kaya, brahmana dan sudra, tua dan muda..

dan berbagai atribut sosial budaya..
Hanya Allah yang Tahu..
Allah Maha Mengetahui posisi ....Posisi kadar keimanan kita



Arsa Dinata
Bantaran Kali Ciliwung

Rabu, 10 Juni 2009

Wajah wajah tertutup Kelambu

Terik datang, ucapkan sayang
tak ada yang mengucap dari rona wajah-wajah pucat tak bergincu
kuku yang ltah menghitam, terkena jutaan butir darah dan Nanah
mengental..
.. dan
...busuk

Bau bangkai menyengat..
tersiar kabar yang menari diantara lembah
Lembah para durjana
sang pemetik bunga...
bunga para bangsa yang penuh dengan tangisan
jeritan serta ucap sayang dan harapan


Wajah-wajah tertutup kelambu
datang dan menghilang bagai angin pada bayangan
dalam terik dan kelam

Wahai wajah-wajah tertutup kelambu
Tidakkah kau pernah merasa bersedih??
ketika engkau bersendawa dalam tidurmu..

wahai wajah-wajah tertutup kelambu
Akankah engkau selalu menutupi muka2 tak bermakna??
muka yang berwajah dua..

Kelambu yang tersisa..
hanya engkaulah yang dapat membatu
mempertontonkan wajah mereka padaku.

aku percaya padamu..


Arsa
Bantaran Kali Ciliwung..

Jumat, 01 Mei 2009

Sepucuk Surat Untuk Sahabat

Menjumpai Sahabatku yang tlah kembali.

Sahabat, katakan padaku, engkau telah bahagia dan dalam keadaan sehat. Walau ku tlah lama tak menjumpaimu, namun engkau slalu di relungku. Kau telah mengisi gelas-gelas yang kosong dan hampa. Kau tlah berikan pengertian tentang cinta yang mungkin tak kau sadari, bahawa itulah yangu selalu mempengaruhi hidupku.

Sahabat, ketika kau melangkah mendahuluiku, aku hanya bisa terdiam tanpa merubah langkah kaki yang terasa kaku tak bergeming. Hanya hati yang berjalan meyertaimu hingga kini dan mendatang.

Sahabat, dalam perjalananku ini, ku tkah banyak menjumpai sahabat-sahabat baru. Sahabat yang kelak dapat mendampingiku, namun hanya engkaulah sahabat sejatiku. Sahabat yang tlah melahirkan dan membesarkan cintaku.

Sahabat, tak seorangpun tahu, tidak pula dirimu, bahwa aku slalu mencintaimu. Biarkanlah jemari ini menemani dalam tidur, agar kudapat berjalan dalam mimpi-mimpimu. mimpi yang tak berkesudahan.



Arsa.

Senin, 09 Februari 2009

Saudara diantara Saudara


Seorang Anak menghampiri ayahnya yang sedang termenung di tepi sebuah kolam. Perlahan mendekat kepada ayahnya..dan mencoba menyapa ramah. Tampak kesedihan menghiasi raut wajah lusuh, dan peluh..




Anak : "Ayah, kenapa engkau kelihatan bersedih??
Ayah: "Anakku, aku begitu menginginkan bertemu dengan saudaraku"
Anak: "Tidakkah engkau selalu bertemu dengan Paman Amir?"
Ayah: "Bukan anakku, Paman Amir hanyalah saudara kandungku"
Anak: "Ataukah Mbah Siti yang selalu menjaga ayah ketika masih belia"
Ayah: "Tidak Anakku, bukan itu".
Anak: "Siapakah yang engkau selalu ingin temui wahai Ayah tercinta?"

Ayah:

"Anakku,
aku ingin bertemu dengan saudaraku,
saudara yang mengerti tentang diriku,
saudara yang selalu mengasihiku,
Saudara yang selalu menerangi di dalam kelam
Saudara yang menuntun keluar dari gelapnya malam,
Saudara yang membawa pada keselamatan dua Alam

Itulah saudara-saudaraku yang sesungguhnya
saudara yang ada dalam ketiadaan
Saudara yang mengisi kehampaan dalam kesunyian"


Arsa
Penyair Bantaran Kali Ciliwung

Rabu, 04 Februari 2009

Do'a Dalam Do'a


Dialog antara Anak dan Ibu

"Ibu, Apa yang engkau inginkan ketika mengandungku?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, Apa yang engkau lakukan saat melahirkanku?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, dimanakah engkau ketika aku pergi sekolah?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, Kemanakah engkau ketika aku melaksanakan ujian kelulusan sekolah?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, Bagaimanakah cara menenangkanku, ketika aku terkena musibah?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, bagaimanakah cara engkau membawaku pada keberhasilan selama ini?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, dengan cara apakah aku membalas kasih sayangmu?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, Apa yang harus aku lakukan ketika engkau menghadap Yang Maha Kuasa?"
Ibu menjawab: Berdo'a anakku

"Ibu, kemanakah do'a yang engkau selalu panjatkan ketika ajal menjemputku, sedangkan engkau telah mendahuluiku?"


Wahai anakku,
Apakah engkau tahu isi do'a ku?
Do'a yang selalu mengiringimu saat dalam kandungan hingga engkau mampu mengutarakan pertanyaan yang ada dalam benakmu.

Wahai Anakku,
Do'a yang kupanjatkan kepada Sang Pencipta
Adalah Do'a di dalam Do'a
Do'a para Nabi dan Rosul,
Do'a Para Anbiya,
Do'a para Waliullah,
Do'a seorang wanita yang telah melahirkan dan membesarkanmu.

Wahai Anakku,
Do'a-do'a itulah yang akan selalu menyertai dalam hidupmu.




Arsa,
Penyair Bantaran Kali Ciliwung

Selasa, 03 Februari 2009

Ruh Rahmatan


Ruh Rahmatan,

Gemuruh awan menggelegar
Banyu terusik
Ombak menggulung liar
ketika melihat
Angin bersolek mengusik ngarai

Ruh Rahmatan,

Sua bermanja di arah ketiak pelangi
Sunting cahaya pagi
Rasa berbagi
Tlah kembali

Ruh Rahmatan,

Buana berputar mengelilingi hati
Mengutuk dan membenci
Raga Suram
Yang berdusta

Ruh Rahmatan,

Sucikan ribuan hati
Yang terlanjur bernoda
Melalui Do'a
Membawa Pergi
Sang Kelam


Arsa

Surat untuk Ibunda tercinta:

Menjumpai Ibunda
Martinah Surowiati
Ds. Pasir Haur KIdul
Kecamatan Suka Damai
Sebelah kepala Desa Tiriantono
Berduri - Indonesia


Assalamu'alaikum Wr. Wr.

Menjumpai Bunda tercinta, yang telah melahirkan mendidik dan membesarkanku dengan cinta yang tulus.

Bunda, Bagaimana khabar semua di Desa? semoga selalu dalam lindungan Alloh SWT. Ananda sekeluarga (istri dan Putra & Putri kami) pun demikian, sehat Wal Afiat.

Bunda, kuteringat ketika aku remaja, bunda selalu memberikan cinta dan kasih sayang tulus kepada Ananda, Namun sampai kini Ananda belum pernah terucap dari mulut yang selau dilumuri kedustaan. Dusta yang selalu memungkiri kasih sayang Bunda.

Bunda, kini kusadari, betapa ku ingin mengucap terima kasih atas semua yang telah Bunda berikan kepada Ananda. Kasih sayang yang tulus, tanpa pamrih.

Melalui lidah yang kelu ini, izinkan Ananda mengucap Terima kasih atas ketulusan Bunda dalam memberikan kasih sayang, kasih yang tak memiliki awal dan akhir.

Melalui blog ini, Ananda berharap Bunda dapat membacanya.


Akhir kata, Ananda pamit undur dari tulisan ini.


Salam,


Ananda Rozak Suranto

Rabu, 28 Januari 2009

Hitam dalam Putih


Kuterperanjat bangun dalam mimpi
mimpi tak berkesudahan
mata terpejam
dalam pancaran
beragam cahaya
Merah,
Biru,
Hijau
dan... Gelap


Hitam membeku
di antara anyaman kelopak
Menanti seuntai cahaya
Cahaya putih
Putih nan bersih

Putih yang bersinar
gambaran tersirat
Makna terkuak

Tampak beribu manusia
berjejal memenuhi otak
penat...

Kutahu siapa dirimu
Kutahu siapa temanmu
Kutahu siapa saudaramu
Kutahu siapa istrimu
Kutahu siapa suamimu
Kutahu apa yang kau lakukan

Tangan-tangan bau dan kotor
Menghitam dalam kelam
menggerogoti cahaya
meredupkan sinar yang terpancar

Wahai cahaya
yang selalu membawaku pergi
menjelajah awan seluruh Bumi

Jauhkanlah mereka
dari pandanganku
dalam cahaya

Arsa
Penyair Bantaran Kali Ciliwung

Selasa, 20 Januari 2009

Siapa Moyangku ???


Seperti biasa, secangkir kopi pahit menemani kala kuberanjak bangun dari tidurku. Kuhirup...dan ahhh segar terasa menambah tenaga disekujur tubuh ini. Kuhidupkan televisi yang tak jauh dari kuberanjak. Berita, adalah favorit dalam mengisi benak kering. Pada saatnya, kulihat anggota Dewan sedang memperebutkan kursi yang sedang kosong..."kursi??? maksudnya kursi apa ya???

Ooohh ternyata kursi parlemen yang diperebutkan...hiks, terlalu sekali ya..kok seperti saya saja ketika berebut naik metromini untuk mendapatkan kursi. atau ketika teman kerja saya memelototi orang yang sedang asyik duduk tanpa mempedulikan siapa orang itu, tua atau muda wanita atau pria...masa bodo...

Memang, kalau sudah duduk lupa akan berbagi.
Bagaimana sikap "Para Penikmat Kursi" ketika ada ibu2 hamil berdiri di dalam busway sambil memegangi perutnya agar tidak terlalu mendapat guncangan?
menurut pengamatan saya, mereka yang sedang asyik duduk akan:
a. Cuek aja, pura-pura gak tau 20%
b. Pura-pura tidur 20%
c. Pura-pura sakit 20 %
d. Merelakan tempat duduknya asalkan Cakep 20%
e. Merelakan, tampa embel-embel 20%

Itulah kejadian sehari-hari yang sering kita lalui.
Lunturnya nilai-nilai budi luhur, inggah ungguh, sopan santun, moral serta tolong-menolong dalam berbangsa.

Peduli akan berbagi, ya...ya...nenek moyang kita telah mengumandangkannya berabad-abad yang lalu.
Lalu???siapa nenek moyang para anggota dewan???


-(0 0)
---0
(-------)

Mudah-mudahan mereka adalah keturunan dari nenek moyang kita semua.

Arsa
Penyair
bantaran Kali Ciliwung

Senin, 19 Januari 2009

AYO SEKOLAH!!!


Sekolah!!! sekolah lagi...gimana sih maksudnya???
Ya belajar lah. Disekolah itu kan tempatnya mencari ilmu, belajar...
Kalau dikondisikan dengan rata-rata usia kita serta tuntutan ekonomi yang aduhay menyita banyak waktu, sangat kecil kemungkinan untuk memasuki sekolah formal.
Kang Asep pernah berkata "Seueur Jalan ka Roma mah"
Ya...memang sangat banyak jalan untuk mencari ilmu, belajar apa saja.
Coba kita amati pada kasus Ibu Rumah Tangga. Apakah beliau-beliau belajar???
Ya, mereka selalu belajar untuk memperbaharui dan menyempurnakan keilmuan yang telah dimiliki. Bayangkan saja, ketika seorang ibu melahirkan buah hatinya, maka ia secara otomatis akan meng update serta mencari tahu/belajar bagaimana cara merawat bayi yang baik dan benar. Contoh tersebut membuktikan bahwa belajar itu bisa secara langsung ataupun tidak langsung, disadari atau tanpa disadari, diinginkan ataupun tidak diinginkan. Semua orang selalu belajar. Belajar dan Belajar...

Sabtu, 17 Januari 2009

Kado Ulang Tahun


Usia begitu cepat melesat
Tak terasa
Engkau tumbuh dewasa

Sejuk menyelimuti raga
yang tersisa
di hari yang semakin senja


Kini engkau telah dewasa
janganlah kau lumuri
hidup dengan dosa
Hanya inilah yang dapat kuberi
di hari istimewa
penuh makna
Selamat anakku...
Ibu selalu berdoa untukmu...

Jumat, 16 Januari 2009

kumpulan surat: Mendung di Bukit Halimun

kumpulan surat: Mendung di Bukit Halimun

Mendung di Bukit Halimun


Surat ini sengaja Nenek poskan lewat blog yang sudah ada.

Surat Untuk Anak-anakku

Anakku...
ketika tutup usiaku
jangan kau teteskan airmata
kala senja sengaja menjemputku

Aku Bahagia..
usia beranjak 92 tahun
Aku merasa...
Nikmat Alloh yang telah diberikan
lebih dari karunia...
Aku hanya bisa berucap
Subhanallah..


Anakku...
Kelak kalian tahu siapa diriku...
Aku bukanlah sekedar melahirkanmu..
Aku bukanlah sekedar induk bagi anak-anakku
Aku bukanlah sekedar pemberi
Yang ketika kalian lapar aku suapi...
Yang ketika haus aku susui...

Anakku...
Kelak kalian akan menyadari
Akulah Ibu kalian...
Ibu yang selalu mencintai
sepenuh hati...



Cucu-cucu tercinta

Menjumpai kalian semua...
cucu-cucu ku tercinta

baik yang online ataupun tidak
baik yang pernah tinggal denganku
ataupun hanya menginap untuk mengisi libur sekolah
Baik yang sering mampir ataupun jarang...
kalian tetap cucuku.


Cucu2 ku...
Ketika kalian berlomba untuk tumbuh
Nenek hanya dapat bersyukur
melihat kalian berkembang
dengan berbagai cita-cita di benak kalian
semoga kalian menjadi anak yang berguna
bagi nusa dan bangsa..
Nenek hanya titip pesan
melaluin goresan ini...
Kejujuran adalah salah satu ibadah
yang tidak boleh ditinggalkan...



Untuk Cicit2 tercinta

Cicit2 ku
Kini kalian pandai menari
menggunakan pena
dengan penuh semangat...

Cicit2 ku...
ketika kalian lahir,
Uyut hanya bisa berbaring di tempat tidur
Uyut hanya bisa memandangi kalian
yang tak habis bercerita
menyongsong hari depan


Cicit2 ku
tumbuhlah sebagaimana ayah ibumu tumbuh
berkembanglah agar kalian bisa berfikir secara jernih
tanpa harus mengumandangkan dari mana asal kalian



Dari Emak, Nenek, Uyut




disunting oleh : arsa

Kamis, 16 Oktober 2008

surat nyasar

Jakarta, 2 Oktober 2008


Nomor : 155/DCD-MKT/X/08
Perihal : Keagenan
Lampiran : 1 (satu) bundle



Kepada yth:

Bapak Andrian Sugriwo
di
Tempat


Sehubungan dengan surat saudara nomor : 1255/KK/7-09/2008, maka dengan ini kami mengabulkan permintaan saudara untuk menjadi agen kami di wilayah saudara.

Adapun dokumen yang kami perlukan untuk proses keagenan saudara antara lain:
1. Akte Perusahaan serta perubahannya.
2. SIUP
3. TDP
4. NPWP
5. Domisili


Demikian dan harap maklum. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


Salam.



Retjo Kenongo
Manager Pemasaran


tembusan:
- Direktur Utama
- Direktur Operasional

Selasa, 14 Oktober 2008

Surat Dari Paijo Lodong


Dubai 1 Oktober 2008

Menjumpai Zulaikha


Sebelumnya aku minta maaf, kalau surat ini mengganggu ketenangan Zulaikha...
Hai ...Zulaikha, apa kabhar..??? sudah lama kita tidak bertemu ya...kita bertemu hanya di penampungan Pengerah Tenaga Kerja saja. Itupun hanya satu minggu. Aku dapat alamat kamu di Abudabi dari teman kita Ririn yang dari Indramayu itu lho...jadi aku tulis surat saja deh.

Zulaikha, ketika kita masih di penampungan, aku selalu merasakan hal-hal yang sering orang rasakan...mungkin itu yang namanya jatuh cinta ya... aku bukanlah orang yang pandai bersilat di dalam surat, namun aku hanya seseorang yang mencari dan berusaha memberikan cinta kepada orang yang aku cintai...

Zulaikha, apabila kita diberi umur panjang, boleh gak kita bertemu??? itu juga kalau kamu tidak keberatan...

Semoga goresan tinta ini dapat memberikan suatu kepastian bagi kita...

hanya Paijo yang dapat memberikan cinta sesuai dengan yang kamu inginkan.


Salam manis...

Paijo Lodong

Balasan dari Kang Paimun


Pasuruan, 28 September 2008

Cintaku, Dinda Zulaikha.


Dik, Kanda girang mendapat surat yang dinda kirimkan tempo hari. Rasanya seperti mendapatkan kekuatan kembali...
Ketika kanda baca surat dinda, kanda merasa sedih...Kanda tidak tahu harus bagaimana lagi. Sementara keadaan di Tanah Air masih belum stabil. Harga bahan pokok terus merangkak naik, sedangkan Kanda hanyalah buruh kasar pelabuhan yang tidak bisa menghasilkan uang banyak.

...Kanda merasa tidak berguna, karena kanda tidak dapat mempersatukan keluarga ini.
Sehingga dinda harus berkorban untuk berpisah sementara waktu.

Dik, ketika dinda katakan serta menanyakan anak kita Sarmud,...kanda...kanda hanya bisa meneteskan air mata...anak kita...terjepit sewaktu pembagian zakat mal...

Walau Pak De Dul telah menolong serta membawanya ke rumah sakit...Allahu Akbar...Anak kita tidak bisa terselamatkan..."Innalillahi Wa Innalillahi Raji'un"

Kanda sampai sekarang tidak bisa melupakan kejadian itu.

Dik, demi keutuhan cinta kita, kanda mohon agar Dinda segera kenbali ke Tanah Air. Uang yang DInda kirimkan setiap bulan, Kanda tabungkan dan tidak pernah kanda pergunakan.

Dik, apabila Dinda kembali ke Tanah Air, mungkin dengan uang yang kita miliki, kita bisa berjualan sesuatu yang dinda suka, yang penting halal.

Dik..., Cinta sejatiku, Kanda harap Dinda bisa memahami semuanya.


Dari Kang Paimun

surat dari Zulaikha


Abudabi, 12 September 2008


Kang Paimun tercinta,


Dinda sekarang dalam keadaan sehat-sehat saja, walaupun terik terus menggigit kulit, keringat terus bercucuran membasahi tubuh dinda yang kurang terawat, namun dinda selalu berjuang untuk masa depan kita.

Oh ya, gimana kabar anak-anak? semoga mereka baik-baik saja ya... dinda lihat di berita tv, anak kita Sarmud turut pula ngantri untuk mendapatkan zakat. Semoga saja tidak terjadi apa-apa ya. Dinda percaya bahwa Kang Paimun akan selalu menjaga mereka.

Mengenai pengiriman uang untuk bulan ini, dinda harap bisa memenuhi kebutuhan selama bulan puasa.

Sekian secarik tulisan dari dinda.

do'a dan harapan selalu menyertai kita...Amin


Zulaikha