Jumat, 01 Mei 2009

Sepucuk Surat Untuk Sahabat

Menjumpai Sahabatku yang tlah kembali.

Sahabat, katakan padaku, engkau telah bahagia dan dalam keadaan sehat. Walau ku tlah lama tak menjumpaimu, namun engkau slalu di relungku. Kau telah mengisi gelas-gelas yang kosong dan hampa. Kau tlah berikan pengertian tentang cinta yang mungkin tak kau sadari, bahawa itulah yangu selalu mempengaruhi hidupku.

Sahabat, ketika kau melangkah mendahuluiku, aku hanya bisa terdiam tanpa merubah langkah kaki yang terasa kaku tak bergeming. Hanya hati yang berjalan meyertaimu hingga kini dan mendatang.

Sahabat, dalam perjalananku ini, ku tkah banyak menjumpai sahabat-sahabat baru. Sahabat yang kelak dapat mendampingiku, namun hanya engkaulah sahabat sejatiku. Sahabat yang tlah melahirkan dan membesarkan cintaku.

Sahabat, tak seorangpun tahu, tidak pula dirimu, bahwa aku slalu mencintaimu. Biarkanlah jemari ini menemani dalam tidur, agar kudapat berjalan dalam mimpi-mimpimu. mimpi yang tak berkesudahan.



Arsa.