Kamis, 16 Oktober 2008

surat nyasar

Jakarta, 2 Oktober 2008


Nomor : 155/DCD-MKT/X/08
Perihal : Keagenan
Lampiran : 1 (satu) bundle



Kepada yth:

Bapak Andrian Sugriwo
di
Tempat


Sehubungan dengan surat saudara nomor : 1255/KK/7-09/2008, maka dengan ini kami mengabulkan permintaan saudara untuk menjadi agen kami di wilayah saudara.

Adapun dokumen yang kami perlukan untuk proses keagenan saudara antara lain:
1. Akte Perusahaan serta perubahannya.
2. SIUP
3. TDP
4. NPWP
5. Domisili


Demikian dan harap maklum. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.


Salam.



Retjo Kenongo
Manager Pemasaran


tembusan:
- Direktur Utama
- Direktur Operasional

Selasa, 14 Oktober 2008

Surat Dari Paijo Lodong


Dubai 1 Oktober 2008

Menjumpai Zulaikha


Sebelumnya aku minta maaf, kalau surat ini mengganggu ketenangan Zulaikha...
Hai ...Zulaikha, apa kabhar..??? sudah lama kita tidak bertemu ya...kita bertemu hanya di penampungan Pengerah Tenaga Kerja saja. Itupun hanya satu minggu. Aku dapat alamat kamu di Abudabi dari teman kita Ririn yang dari Indramayu itu lho...jadi aku tulis surat saja deh.

Zulaikha, ketika kita masih di penampungan, aku selalu merasakan hal-hal yang sering orang rasakan...mungkin itu yang namanya jatuh cinta ya... aku bukanlah orang yang pandai bersilat di dalam surat, namun aku hanya seseorang yang mencari dan berusaha memberikan cinta kepada orang yang aku cintai...

Zulaikha, apabila kita diberi umur panjang, boleh gak kita bertemu??? itu juga kalau kamu tidak keberatan...

Semoga goresan tinta ini dapat memberikan suatu kepastian bagi kita...

hanya Paijo yang dapat memberikan cinta sesuai dengan yang kamu inginkan.


Salam manis...

Paijo Lodong

Balasan dari Kang Paimun


Pasuruan, 28 September 2008

Cintaku, Dinda Zulaikha.


Dik, Kanda girang mendapat surat yang dinda kirimkan tempo hari. Rasanya seperti mendapatkan kekuatan kembali...
Ketika kanda baca surat dinda, kanda merasa sedih...Kanda tidak tahu harus bagaimana lagi. Sementara keadaan di Tanah Air masih belum stabil. Harga bahan pokok terus merangkak naik, sedangkan Kanda hanyalah buruh kasar pelabuhan yang tidak bisa menghasilkan uang banyak.

...Kanda merasa tidak berguna, karena kanda tidak dapat mempersatukan keluarga ini.
Sehingga dinda harus berkorban untuk berpisah sementara waktu.

Dik, ketika dinda katakan serta menanyakan anak kita Sarmud,...kanda...kanda hanya bisa meneteskan air mata...anak kita...terjepit sewaktu pembagian zakat mal...

Walau Pak De Dul telah menolong serta membawanya ke rumah sakit...Allahu Akbar...Anak kita tidak bisa terselamatkan..."Innalillahi Wa Innalillahi Raji'un"

Kanda sampai sekarang tidak bisa melupakan kejadian itu.

Dik, demi keutuhan cinta kita, kanda mohon agar Dinda segera kenbali ke Tanah Air. Uang yang DInda kirimkan setiap bulan, Kanda tabungkan dan tidak pernah kanda pergunakan.

Dik, apabila Dinda kembali ke Tanah Air, mungkin dengan uang yang kita miliki, kita bisa berjualan sesuatu yang dinda suka, yang penting halal.

Dik..., Cinta sejatiku, Kanda harap Dinda bisa memahami semuanya.


Dari Kang Paimun

surat dari Zulaikha


Abudabi, 12 September 2008


Kang Paimun tercinta,


Dinda sekarang dalam keadaan sehat-sehat saja, walaupun terik terus menggigit kulit, keringat terus bercucuran membasahi tubuh dinda yang kurang terawat, namun dinda selalu berjuang untuk masa depan kita.

Oh ya, gimana kabar anak-anak? semoga mereka baik-baik saja ya... dinda lihat di berita tv, anak kita Sarmud turut pula ngantri untuk mendapatkan zakat. Semoga saja tidak terjadi apa-apa ya. Dinda percaya bahwa Kang Paimun akan selalu menjaga mereka.

Mengenai pengiriman uang untuk bulan ini, dinda harap bisa memenuhi kebutuhan selama bulan puasa.

Sekian secarik tulisan dari dinda.

do'a dan harapan selalu menyertai kita...Amin


Zulaikha