
Seperti biasa, secangkir kopi pahit menemani kala kuberanjak bangun dari tidurku. Kuhirup...dan ahhh segar terasa menambah tenaga disekujur tubuh ini. Kuhidupkan televisi yang tak jauh dari kuberanjak. Berita, adalah favorit dalam mengisi benak kering. Pada saatnya, kulihat anggota Dewan sedang memperebutkan kursi yang sedang kosong..."kursi??? maksudnya kursi apa ya???
Ooohh ternyata kursi parlemen yang diperebutkan...hiks, terlalu sekali ya..kok seperti saya saja ketika berebut naik metromini untuk mendapatkan kursi. atau ketika teman kerja saya memelototi orang yang sedang asyik duduk tanpa mempedulikan siapa orang itu, tua atau muda wanita atau pria...masa bodo...
Memang, kalau sudah duduk lupa akan berbagi.
Bagaimana sikap "Para Penikmat Kursi" ketika ada ibu2 hamil berdiri di dalam busway sambil memegangi perutnya agar tidak terlalu mendapat guncangan?
menurut pengamatan saya, mereka yang sedang asyik duduk akan:
a. Cuek aja, pura-pura gak tau 20%
b. Pura-pura tidur 20%
c. Pura-pura sakit 20 %
d. Merelakan tempat duduknya asalkan Cakep 20%
e. Merelakan, tampa embel-embel 20%
Itulah kejadian sehari-hari yang sering kita lalui.
Lunturnya nilai-nilai budi luhur, inggah ungguh, sopan santun, moral serta tolong-menolong dalam berbangsa.
Peduli akan berbagi, ya...ya...nenek moyang kita telah mengumandangkannya berabad-abad yang lalu.
Lalu???siapa nenek moyang para anggota dewan???
-(0 0)
---0
(-------)
Mudah-mudahan mereka adalah keturunan dari nenek moyang kita semua.
Arsa
Penyair
bantaran Kali Ciliwung
Jadi Ar, siapa nenek moyang kita semua? Nabi Adam? Pelaut? Atau teori evolusi? Siapa sajalah nenek moyang kita dan mereka, yang penting apa yang tidak mereka lakukan, mari kita lakukan! Yaitu BERBAGI....
BalasHapus